Bukan Algojo! Oknum Security Alun-alun Subang Hajar Pengamen, Seniman Jalanan Murka

Menitsembilan, Subang– Viral di media Sosial. Insiden dugaan pemukulan terhadap pengamen ondel-ondel oleh oknum security di Alun-alun Subang memicu reaksi keras dari Komunitas Seniman Jalanan “Senja”. Ketua Senja, Enjang Black, menilai aksi tersebut tidak bisa ditolerir dan menunjukkan arogansi berlebihan terhadap masyarakat kecil.

“Alun-alun itu ruang publik. Milik rakyat. Bukan arena bagi oknum berseragam untuk unjuk otot terhadap masyarakat kecil yang sedang mencari sesuap nasi,” tegas Enjang Black, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Enjang, tindakan main hakim sendiri oleh petugas keamanan telah mencederai rasa keadilan.

“Ketika seorang pengamen dipukuli, yang dihajar bukan cuma kepalanya. Yang dihajar adalah rasa keadilan. Yang dihajar adalah wajah pemerintah daerah yang membiarkan arogansi tumbuh di ruang yang katanya ramah untuk semua,” ujarnya.

Enjang menegaskan, tugas security adalah mengamankan, bukan menjadi algojo. Jika pengamen dianggap mengganggu ketertiban, seharusnya ada Standar Operasional Prosedur (SOP) berupa teguran humanis dan pembinaan, bukan kekerasan fisik.

“Ini bukan ketertiban, ini pembungkaman dengan kekerasan. Ini arogansi telanjang terhadap masyarakat bawah,” tambahnya.

Senja mendesak pelaku segera dipecat dan diproses hukum.

“Jangan ada impunitas karena pakai seragam. Proses hukum harus berjalan,” kata Enjang.

Sebagai pengelola Alun-alun, Disparpora Subang dinilai harus bertanggung jawab penuh atas sistem pengamanan di area tersebut.

“Jangan cuma bisa bangun taman, tapi gagal membangun rasa aman bagi wong cilik,” sindir Enjang.

Pemda Subang diminta menjamin Alun-alun tidak menjadi zona bebas hukum bagi petugas.

“Ruang publik harus bebas dari intimidasi dan kekerasan, apalagi oleh aparat yang dibayar dari uang rakyat,” tegasnya.

Enjang Black mengingatkan, diamnya pemerintah daerah akan dianggap sebagai restu terhadap kekerasan. “Jika kasus ini dibiarkan, besok lusa pedagang asongan, pelaku UMKM, badut jalanan, dan rakyat kecil lainnya akan jadi korban berikutnya,” ujarnya.

Ia menutup pernyataan dengan peringatan keras.

“Jangan sampai Alun-alun Subang berubah fungsi: dari ruang rekreasi rakyat, menjadi ring tinju bagi oknum berseragam.” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disparpora Subang dan manajemen security terkait belum memberikan keterangan resmi.

 

Reporter: Farhan

Editor: Boby Ramadan

 

Bagikan