Roadmap Jelas Jadi Syarat, Disdikbud Subang Genjot Kualitas Pendidikan

Menitsembilan, Subang-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang mulai membudayakan apel pembinaan sebagai instrumen evaluasi kinerja bagi pegawai dan kepala satuan pendidikan. Program tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel perdana yang diikuti sekitar 182 kepala satuan pendidikan di halaman Kantor Disdikbud Kabupaten Subang, Jalan KS Tubun.

Apel dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Heri Sopandi. Dalam arahannya, ia menegaskan kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin setiap bulan sebagai sarana mengevaluasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), memperkuat disiplin, sekaligus menyamakan arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Subang.

“Apel pembinaan ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi pelaksanaan tupoksi. Mulai sekarang akan dilaksanakan setiap bulan,” kata Heri.

Selain menjadi forum evaluasi, apel pembinaan juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Heri menekankan bahwa kepala sekolah dan guru wajib memiliki empat kompetensi utama, yakni kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial.

Menurutnya, kompetensi kepribadian menjadi fondasi utama dalam membangun budaya pendidikan yang sehat dan berkualitas.

“Seorang kepala satuan pendidikan harus menjadi teladan, memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berakhlak mulia, dan berwibawa,” ujarnya.

Heri juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan bekerja secara terencana dengan menyusun roadmap yang jelas. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan memiliki target, indikator, dan hasil yang dapat diukur.

Tak hanya menyoroti peningkatan kinerja, Heri juga menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi kepala sekolah merupakan bagian dari proses evaluasi organisasi untuk mempercepat kemajuan pendidikan, bukan sekadar pergantian jabatan.

“Rotasi dan mutasi dilakukan untuk mengembangkan serta memajukan pendidikan. Harus ada perubahan dan inovasi yang bisa dibuktikan setelah seseorang ditempatkan di sekolah yang baru,” tegasnya.

Pada apel perdana tersebut, Disdikbud Subang juga membuka ruang evaluasi terhadap kepemimpinan kepala dinas. Seluruh peserta menerima secarik kertas untuk menyampaikan usulan, saran, maupun kritik tanpa mencantumkan identitas agar pendapat yang disampaikan lebih jujur dan objektif sebagai bahan evaluasi internal.

“Kita ini seperti berada dalam satu kendaraan. Saya adalah sopirnya. Silakan sampaikan saran dan kritik kepada saya secara objektif dan berdasarkan fakta,” kata Heri.

Di akhir arahannya, Heri memaparkan target jangka menengah pembangunan pendidikan di Kabupaten Subang. Ia menyebut Disdikbud menargetkan seluruh persoalan infrastruktur serta sarana dan prasarana pendidikan dapat diselesaikan paling lambat pada 2029.

Setelah itu, mulai 2030 fokus pembangunan akan diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan agar kualitas pembelajaran di Kabupaten Subang semakin meningkat.

 

Reporter: NM

Editor: Boby Ramadan

Bagikan