
Menitsembilan, Subang– Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) terus menggenjot pemasaran produk air minum dalam kemasan (AMDK) miliknya, TRS Water. Lebih dari sekadar minuman, produk ini kini diposisikan sebagai penggerak ekonomi daerah lewat kontribusinya pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Asisten Manager Produksi dan Pemasaran Perumda TRS, Farid Rahadian, menyebut TRS Water sebagai produk strategis BUMD yang punya nilai lebih bagi pembangunan Kabupaten Subang.
“Ketika masyarakat Subang membeli TRS Water, secara tidak langsung ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah, karena ini produk milik BUMD,” kata Farid.
Diluncurkan pada 20 Oktober 2024, TRS Water perlahan mulai mendapat tempat di hati masyarakat Subang. Saat ini produk tersebut sudah digunakan di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintah, BUMD, hingga pelaku UMKM seperti kafe dan rumah makan.
Kepercayaan pasar terlihat dari jumlah pelanggan. Perumda TRS mencatat ada sekitar 25 pelanggan tetap yang rutin melakukan pemesanan.
Meski animo meningkat, TRS Water masih menghadapi sejumlah tantangan. Persaingan harga dengan merek AMDK lain yang lebih dulu mapan di pasar menjadi pekerjaan rumah utama.
Di sisi produksi, kapasitas internal juga masih terbatas. Untuk memenuhi permintaan, TRS saat ini masih menggandeng Perumda Tirtawening Kota Bandung sebagai mitra produksi.
Dalam satu kali pemesanan atau purchase order (PO), TRS memesan sekitar 2.500 karton untuk tiap varian kemasan. Varian yang dipasarkan meliputi botol 600 ml, botol 330 ml, dan gelas 200 ml.
Perumda TRS berharap, dengan meningkatnya kesadaran membeli produk lokal, TRS Water bisa menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus menambah pundi-pundi PAD Kabupaten Subang.
Reporter: NM
Editor: Boby Ramadan





