
Menitsembilan, Subang – Kursi panas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang mulai mengerucut. Di kalangan birokrat, warung kopi, hingga sesepuh Pendopo, desas desus mulai tersiar. Tapi satu penerawangan yang paling ramai dibicarakan, Sekda baru harus yang Weton-nya Pahing.
Hal itu diungkapkan oleh pemerhati supranatural dan budaya Subang, Ki Dono. Menurutnya, ini bukan soal mistik semata, tapi soal filosofi kepemimpinan Sunda dan Jawa yang masih kental di birokrasi Subang.
Menurut penerawangan Ki Dono, jika Bupati Subang memiliki karakter yang keras, tegas, dan cepat dalam mengambil keputusan, maka Sekda-nya harus yang berkarakter Pahing.
“Dalam hitungan weton, Pahing itu dikenal sebagai penyeimbang. Tidak meledak-ledak, tapi mengayomi. Tidak banyak bicara di depan, tapi kuat mengatur di belakang layar,” ujar Ki Dono.
“Subang ini butuh keseimbangan. Kalau Bupati-nya gas pol, Sekda-nya harus yang bisa jadi rem pakem. Makanya penerawangan saya mengarah ke weton Pahing. Sosok yang adem, tapi disegani birokrat,” tambahnya.
Menurut Ki Dono, ada 3 ciri utama sosok ber-weton Pahing yang cocok menjadi Sekda Subang:
1. Tenang Tapi Mengunci, tidak suka marah di depan umum, tapi sekali memanggil strukturalnya, semua beres.
2. Paham Alur Anggaran, pahing itu hitungannya matang. Dia tahu kapan APBD harus ditarik, kapan harus direm. Tidak asal gebrak.
3. Jarang Nongol di Medsos, Tapi Kuat di Meja Rapat: Sosok Pahing biasanya bukan tipe pencitraan, tapi tipe pekerja sistem.
Dari penerawangan tersebut, publik mulai mengerucutkan. Sosok Sekda baru bukanlah sosok baru. Ia adalah sosok yang sudah lama malang melintang di birokrasi Subang, pernah menduduki jabatan strategis, dan dikenal dekat dengan semua kalangan, dari ASN sampai pengusaha.
“Pastinya dari ketiga nama itu ada yang berweton pahing. Karena Subang ini rumit, banyak Proyek Strategis Nasional, banyak persoalan tambang, revitalisasi sekolah, penataan birokrasi dan investasi. Butuh orang yang gigih dan sudah hapal medan,” terang Ki Dono.
Lantas siapa dia? Apakah inisialnya A? B? Atau justru kuda hitam yang tidak pernah disebut media?
Ki Dono menegaskan, Bupati Subang Kang Rey telah mengantongi satu nama untuk diumumkan besok, apakah sosok “Pahing” yang akan menjadi penyeimbang Pendopo Subang untuk 3 tahun ke depan.
“Kita tunggu saja kejutan dari Pendopo besok,” pungkas Ki Dono.
—Farhan





