
Menitsembilan, Subang – Pertarungan memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang memasuki babak paling panas. Dari 10 pejabat yang sebelumnya bertarung, kini hanya tersisa tiga nama yang resmi masuk sebagai finalis dan sudah berada di meja Bupati Subang Reynaldy Putra Andita atau Kang Rey.
Ketiga finalis tersebut adalah Rona Mairansyah, Iwan Syahrul Anwar, dan Rahmat Efendi.
Kepastian ini setelah Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekda Kabupaten Subang merampungkan seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, rekam jejak, uji kompetensi di Lembah Ciater hingga tes wawancara akhir dan paparan gagasan di Laska Hotel Ciater.
Kini nasib kursi Sekda definitif berada di tangan Kang Rey.
-Peta Kekuatan 3 Finalis:
Rona Mairansyah, AP., M.Si. – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang. Sosok yang dikenal piawai dalam mengelola pendapatan daerah dan manajerial keuangan. Kekuatannya ada pada tata kelola fiskal.
Iwan Syahrul Anwar, S.Sos., M.AP. – Kepala Bapperida Subang. Sebagai otak perencanaan pembangunan daerah, Iwan dinilai paling memahami arah dan visi jangka panjang Kabupaten Subang.
Rahmat Efendi, S.Sos., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda. Dari sisi posisi, Rahmat adalah yang paling dekat dengan jantung birokrasi Setda. Ia paham betul koordinasi lintas perangkat daerah.
Menurut Bupati Kang Rey, jabatan Sekda tidak boleh dipandang sebagai jabatan administratif semata. Sekda harus menjadi dirigen yang mampu menyatukan seluruh perangkat daerah.
“Sekretaris daerah harus benar-benar memahami lini birokrasi agar mampu membangun sinergi serta menyinkronkan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan pelayanan masyarakat,” tegas Kang Rey.
Dengan skema baru yang digagas Kang Rey, ketiga nama ini nantinya akan diadu visi misi secara terbuka di hadapan seluruh Kepala Dinas, Camat, dan Kepala Bagian. Mereka akan ikut menilai sebelum Bupati menentukan pilihan final.
Lantas, siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Apakah Rona dengan kekuatan fiskalnya, Iwan dengan kemampuan perencanaannya, atau Rahmat dengan kelincahannya di birokrasi? Publik Subang kini menanti keputusan akhir.
—Boby Ramadan





