Eep Hidayat Usai Dicopot Partai Nasdem: Restorasi Hanya Ucapan, Pelaksanaannya Pengkhianatan Suara Rakyat

Menitsembilan, Subang- Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Subang, Eep Hidayat, mengungkapkan kekecewaannya usai dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD NasDem Subang.

Eep menyebut pencopotan tersebut tidak sejalan dengan semangat restorasi dan gerakan perubahan yang selama ini digaungkan Partai NasDem.

“Yang saya sedih itu, ketika saya memperjuangkan keadilan dan kebenaran di NasDem Tower, ternyata tidak ada keadilan dan kebenaran. Yang ada apa? Ternyata bukan restorasi yang dilaksanakan,” ujar Eep dalam keterangannya, Senin 14 September 2026.

Eep menilai apa yang dialaminya di Mahkamah Partai NasDem hingga DPP bertentangan dengan manifesto partai. Ia bahkan menyebut NasDem telah mengantarkan produk perampokan suara pemilu menjadi anggota DPR RI.

“Itu bukan restorasi. Ternyata yang terlaksana apa? Tanpa Ketua Umum sadari, demokrasi sampah. Istilah demokrasi sampah itu istilah dari Ketua Umum sendiri. Terjadi demokrasi sampah di Partai NasDem, bukan demokrasi yang sesuai dengan manifesto,” tegasnya.

Menurut Eep, klaim restorasi, moralitas, dan keteladanan tidak tercermin dalam praktik partai. Ia menilai pelantikan anggota DPR RI dari hasil perampokan suara merupakan bentuk pengkhianatan terhadap suara rakyat.

“Ketua Umum bicara restorasi, bicara gerakan perubahan, bicara moralitas, bicara keteladanan, semuanya bukan keteladanan. Kalau menempatkan anggota DPR RI produk perampokan suara pemilu, produk pengkhianatan terhadap suara rakyat. Itu bukan moralitas,” katanya.

Eep mengaku mendengar informasi pencopotan dirinya dari Kang Luthfi dengan alasan dianggap melecehkan partai. Ia justru balik mempertanyakan pihak yang sebenarnya merusak kehormatan partai.

“Saya dengar dari Kang Luthfi, bahwa Eep ini dianggap melecehkan partai. Kalau menurut saya, sejak DPP Partai NasDem mengantarkan produk perampokan suara pemilu menjadi anggota DPR RI, mereka semua yang terlibat itulah yang melecehkan partai dan meruntuhkan kehormatan Partai NasDem,” ucapnya.

Ia menegaskan, konsep ideal restorasi seharusnya memperbaiki dan memulihkan hak-hak kader yang dirugikan. Namun hal itu tidak ia rasakan.

“Konsep ideal restorasi itu misalnya diperbaiki tidak hal yang seperti itu? Enggak. Dipulihkan tidak hak saya? Enggak juga. Jadi masyarakat khawatir ketika generasi muda mengetahui bahwa demokrasi yang dilaksanakan di NasDem Tower yang saya alami ini bukan restorasi, tetapi demokrasi sampah,” pungkasnya.

Eep berharap salam restorasi yang selama ini diucapkan benar-benar dilaksanakan, bukan sekadar jargon.

“Keinginan saya, apa yang diucapkan salam restorasi itu yang harus dilaksanakan. Jangan yang diucapkan berbeda dengan yang dilaksanakan,” tutupnya.

 

—Boby Ramadan

Bagikan