
Menitsembilan, Subang- Bahu jalan Provinsi di Desa Cinangsi, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat, saat ini dipenuhi tumpukan tanah merah. Sisa galian kabel PLN yang dikerjakan PT Prima Jaya Elektrik itu tersebar di puluhan titik, tepat di depan pemukiman warga dan area tempat usaha.
Alih-alih membawa perbaikan, proyek ini justru meninggalkan kotoran. Tanah galian dibiarkan menggunung, sebagian berhamburan ke badan jalan. Ditambah saat kemarau ini debu mengepul. Wajah jalan provinsi kini terlihat kumuh, seolah tidak ada yang bertanggung jawab.
Warga menuding PT Prima Jaya Elektrik bekerja secara ugal-ugalan dan abai terhadap lingkungan sekitar.
“Masuk gali langsung jalan. Permisi tidak ada. Tahu-tahu depan rumah dan toko kami sudah penuh tanah,” kata salah satu warga Cinangsi, Selasa 18/8/2026.
Setelah kabel tertanam, tanah bekas galian tidak pernah diratakan. Tim pelaksana langsung berpindah ke lokasi lain, meninggalkan masalah untuk warga.
Saat dikonfirmasi di lapangan, seorang pekerja justru melempar tanggung jawab.
“Yang merapikan itu tim lain, bukan kami. Kami hanya bagian gali dan tarik kabel,” ujarnya.
“Kalau kapan dirapikan? Saya juga tidak tahu.” ujarnya dengan raut wajah bingung.
Pernyataan itu mempertegas pola yang sudah berulang. Warga menyebut, setiap kali ada proyek galian, semua pelaksana termasuk PT Prima Jaya Elektrik selalu berjanji akan membersihkan kembali. Namun faktanya, setelah pindah titik, eks galian dibiarkan begitu saja.
“Dari dulu begitu terus. Janjinya manis, bilangnya nanti dirapikan. Tapi nyatanya kami warga yang akhirnya capek bersihin sendiri,” ujar warga lain dengan nada kesal.
Kini bola panas mengarah ke PT Prima Jaya Elektrik selaku pelaksana, dan PLN selaku pemilik proyek. Bahu jalan adalah aset provinsi, tapi tidak ada koordinasi, tidak ada pengawasan, dan tidak ada itikad baik untuk merapikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Prima Jaya Elektrik, maupun dari pihak PLN Cabang Subang.
Warga hanya menuntut kembalikan kondisi jalan dan lingkungan seperti semula. Jangan jadikan Desa Cinangsi sebagai tempat pembuangan sisa proyek.
Karena depan pemukiman warga bukan tong sampah. Dan warga bukan pesuruh gratis untuk membersihkan kecerobohan PT Prima Jaya Elektrik. (Bob).





