
Menitsembilan, Subang- Kekeringan mulai melanda Kabupaten Subang. Data terbaru Pemkab mencatat 45 desa di 15 kecamatan terdampak, dengan total luas lahan pertanian yang kekeringan mencapai 1.348 hektar.
Wilayah paling parah berada di jalur Pantura, khususnya Kecamatan Legonkulon, Pamanukan, dan Pusakanagara.
“Untuk kekeringan di Subang sendiri, kemarin sesuai yang dilaporkan ke saya ada di 45 desa. Tersebar di kecamatan yang ada di Pantura khususnya. Yang terparah itu di daerah-daerah Pantura, Legon, Pamanukan, Pusakanagara, serta ada di hampir 15 kecamatan. Dengan total luasan 1.348 hektar,” ujar Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita saat menyerahkan bantuan alat pompa pertanian di Desa Kihiyang Kecamatan Binong, Jum’at (17/7/2026).
Kang Rey memaparkan, meski terdampak, Pemkab memastikan pasokan beras untuk kebutuhan Kabupaten Subang dan nasional masih aman hingga saat ini.
“Insya Allah walaupun kita ada kekeringan, tapi suplai kebutuhan untuk padi insya Allah masih tetap terkendali untuk Kabupaten Subang, masih tetap terjaga untuk menyuplai kebutuhan nasional,” lanjutnya.
Kang Rey juga mengatakan, untuk mengantisipasi meluasnya dampak, Pemkab Subang telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan BMKG untuk memantau kondisi beberapa hari ke depan.
Langkah penanganan yang dilakukan saat ini antara lain:
– Bantuan pompa air untuk membantu petani di lahan terdampak.
– Pembangunan 2 embung dari Kementerian Pertanian yang rencananya akan direalisasikan tahun ini.
Dua titik embung tersebut kata Kang Rey, akan dibangun di Desa Ranca Hilir dan Desa Parigimulya. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp20 miliar.
“Insya Allah tahun ini ada bantuan juga dari Kementerian untuk pembuatan embung. Yang nanti embung itu bisa menampung air, dan ketika musim seperti ini embung itu bisa dipakai. Tahun ini dapat bantuan di 2 titik, untuk Ranca Hilir dan Parigimulya. Satu embung ditargetkan mampu mengairi 3 sampai 4 kecamatan di wilayah ,” jelasnya.
-Kondisi Tanaman dan Wilayah Selatan
Mayoritas lahan yang terdampak masih dalam tahap baru tanam, sehingga kerugian petani belum terlalu besar.
“Rata-rata belum ya. Baru tanam. Alhamdulillahnya di kita memang masih dalam konteks hal yang wajar. Tapi ini juga menjadi kekhawatiran kita untuk secepatnya mencari solusi agar ke depannya tidak ada yang mengalami kerugian ketika musim kemarau seperti ini,” ujar Kang Rey.
“Untuk wilayah Subang Selatan, sejauh ini belum ada laporan kekeringan pada lahan pertanian dan masih tergolong aman. Namun, cuaca panas berkepanjangan sudah mulai berdampak. TPS di Jalan Cagak sempat terbakar dan di Panembong juga terjadi kebakaran yang diduga dipicu suhu panas,” tambahnya.
Kang Rey berharap pembangunan embung dan bantuan lainnya bisa segera terealisasi agar petani tidak mengalami gagal panen saat musim kemarau panjang. (Bob).





