
Menitsembilan.com, Subang,– Anggota Komisi 1 DPR RI Elita Budiati, menekankan pentingnya 4 Pilar Kebangsaan sebagai penopang keutuhan Indonesia di tengah keberagaman. Materi tersebut disampaikan dalam sosialisasi di Aula Panca Bhakti, Kecamatan Subang, Kamis (12/3/2026).
Dalam paparannya, Elita menyebut karakteristik Indonesia sebagai negara besar, luas, dan majemuk membutuhkan konsepsi yang kuat. Para pendiri bangsa menjawab tantangan itu dengan melahirkan dasar negara, konstitusi, bentuk negara, dan wawasan kebangsaan yang sesuai karakter keindonesiaan.
“Presiden Soekarno di PBB tahun 1960 pernah mengingatkan, jika suatu bangsa tak punya konsepsi dan cita-cita, atau jika itu kabur dan usang, maka bangsa itu dalam bahaya,” ujar Elita mengutip pidato Soekarno.
Menurut Elita, perekat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat, yang terkristalisasi dalam Pancasila. Lima sila Pancasila telah teruji membimbing kehidupan bangsa dan tak bisa dipisahkan dari Indonesia.
“Pancasila adalah konsensus nasional yang bisa diterima semua golongan. Ini ideologi pemersatu dalam wadah NKRI,” tegasnya.
Ia menambahkan, memahami Pancasila harus dibarengi dialog terbuka di masyarakat agar mampu menjawab tantangan masa depan. Sayangnya, warisan luhur ini belum sepenuhnya dipahami semua generasi.
Elita menegaskan kehidupan bangsa akan kukuh jika seluruh komponen bangsa tak hanya memahami Pancasila, tapi juga menjaga 3 sendi utama lain: UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya dikenal sebagai 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
“Pancasila jadi sumber nilai dan ideologi, UUD 1945 aturan yang harus ditaati, NKRI harga mati, dan Bhinneka Tunggal Ika perekat semua rakyat,” jelasnya.
UUD 1945 disebutnya memuat aturan dasar demokratis dan modern yang harus dijalankan konsisten oleh penyelenggara negara. Pelaksanaannya akan mewujudkan masyarakat demokratis, modern, dan religius sesuai cita-cita Proklamasi.
Sementara itu, NKRI lahir dari pengorbanan para pejuang untuk mempertahankan keutuhan bangsa. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang dikukuhkan sejak Sumpah Pemuda 1928, mengikat keberagaman suku, agama, dan bangsa dalam satu Indonesia.
“Jika 4 Pilar ini kita jaga, pahami, hayati, dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, maka tujuan bangsa ini akan terwujud,” tutup Elita.
Reporter: Farhan
Editor: Boby Ramadan





